Apa Yang Madrid Lakukan Kepada Bale (Casillas dan Raul Juga) Itu Sangat Jahat!
Agen Bola Terpercaya

Apa Yang Madrid Lakukan Kepada Bale (Casillas dan Raul Juga) Itu Sangat Jahat!

 

Real Madri dan Zinedine Zidane dikritik atas sikap mereka kepada Gareth Bale. Telah memberikan kontribusi besar, Bale patut mendapatkan perlakuan yang lebih baik.

Di dalam konferensi pers di ajang ICC (International Champions Cup) 2019 yang dimainkan di Singapura, Zidane akhirnya memastikan nasib Bale di Madrid. Allenatore Madrid berjuluk Zizou itu mengatakan bakal lebih bagus kalau Bale cepat-cepat hengkang.

Pernyataan yang dilontarkan Zidane pun memicu kontroversi. Agen Bale yang pertama melancarkan serangan balasan. Andros Townsend, eks rekan setim Bale di Tottenham Hotspur, juga turut melakukan pembelaan untuk winger internasional Wales tersebut.

Bale sepatutnya mendapatkan perlakuan lebih baik dari manajemen Madrid. Bale telah mencetak 102 gol dan 65 assists di dalam 231 penampilan sejak direkrut pada tahun 2013. Jangan lupa juga jika Bale mempunyai kontribusi besar atas beberapa trofi yang dimenangkan Los Blancos.

Bale turut mencetak gol ke gawang Atletico Madrid pada final Liga Champions 2014. Tahun dimana Madrid kembali menjadi juara Eropa sesudah puasa 12 tahun. Pada tahun yang sama, winger berusia 30 tahun itu mencetak gol penentu keberhasilan Madrid menjuarai Copa Del Rey 2014. Bale mencetak gol ke gawang Barcelona pada menit ke-85 untuk memastikan Madrid menang dengan skor akhir 2-1.

Selanjutnya Bale menjadi pahlawan Madrid pada final Liga Champions 2018 melawan Liverpool. Zidane yang telah menjadi pelatih kepala Madrid, menurunkan Bale pada menit ke-61, ketika kedudukan 1-1. Bale tidak membuang-buang kesempatan. Dia mencetak 2 gol pada menit ke-64 dan ke-83.

Bale tentu saja bukannya tidak mempunyai cela. Dia dikritik karena tidak juga bisa berbahasa dan beradaptasi dengan budaya Spanyol. Bale pernah menolak untuk hadir di acara makan bersama seluruh pemain cuma demi memenuhi jadwal tidurnya. Bale pun dianggap tidak bersosialisasi dengan baik di Madrid. Hal lainnya adalah cedera berulang kali yang memaksa Bale absen.

Namun Bale tetap memberikan yang terbaik ketika di atas lapangan. Selama 6 tahun di Santiago Bernabeu, winger kelahiran Cardiff, 16 Juli 1989 itu mempersembahkan 14 trofi. Di antaranya adalah 4 gelar Liga Champions, 3 Piala Dunia Antarklub, 3 Piala Super Eropa, serta masing-masing satu La Liga Primera, Copa Del Rey dan Piala Super Spanyol.

Jumlah gol Bale cuma kalah 2 biji dari Ronaldo Nascimento, dia mencetak 2 gol lebih banyak daripada Fernando Morientes (1997-2005). Sementara rasio menit per golnya (163) lebih bagus dari Raul Gonzalez (184).

Melihat buruknya hubungan Bale dan Madrid, ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Entah kenapa, Madrid sepertinya memiliki tradisi yang suram di dalam melepas pemain-pemain yang telah berjasa besar kepada mereka.

Iker Casillas di tahun 2015, mengucapkan selamat tinggal kepada Madrid tanpa satupun perwakilan klub menemaninya. Penjaga gawang yang menjadi ikon Madrid itu, yang berkostum El Real selama 16 musim dan bertahun-tahun menjabat sebagai kapten, terisak sendirian ketika membacakan surat perpisahan yang telah dia siapkan di atas lembar kertas.

Kabarnya Casillas sendiri yang menolak adanya perwakilan klub serta pemain Madrid harid di konferensi pers tersebut. Casillas juga menolak konferensi pers perpisahan itu dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Namun itu semua bermula dengan memburuknya hubungan Casillas dengan Florentino Perez, termasuk keputusan untuk menjual dirinya ke FC Porto, yang amat tidak diinginkannya. Casillas pergi dengan senyap.

Sebelum hengkang dari Madrid dan bergabung ke Juventus di tahun 2018, Cristiano Ronaldo juga merasa tidak mendapatkan penghormatan yang selayaknya. Beberapa bula sesudah berkostum Juventus, Ronaldo menyalahkan Perez atas kepergiannya.

“Saya di dalam klub merasa mereka tidak mempertimbangkan saya sebagai pemain yang sama seperti yang mereka lakukan di awal kedatangan saya, terutama dari Presiden. Florentino Perez cuma melihat saya dari sisi hubungan bisnis. Saya tau itu. Apa yang selalu dikatakannya kepada saya tidak pernah datang dari dalam hatinya” kata Ronaldo di bulan Oktober 2018.

Bahkan pemain legendaris seperti Raul Gonzalez juga dianggap tidak mendapatkan penghormatan yang sepatutnya ketika memutuskan pindah ke Schalke 04 di tahun 2012. Usia Raul memang tidak lagi muda untuk bersaing dengan Gonzalo Higuain, Karim Benzema dan Ronaldo yang saat itu mengisi lini serang Madrid.

Namun atas apa yang telah diberikan untuk Madrid, Raul seharusnya mendapatkan pertandingan perpisahan. Hal yang umum didapatkan pemain legendaris di banyak klub Eropa. Di dalam sebuah kesempatan, Raul pernah berkata jika kepergiannya dari Madrid sebenarnya bisa lebih baik.

Komentar

Tempatbet.com Copyright : Agen Bola - Judi Bola - Taruhan bola - Casino Online