3 Sebab Persija Dapat Berjaya Lagi di Liga 1 2020
Agen Bola Terpercaya

3 Sebab Persija Dapat Berjaya Lagi di Liga 1 2020

 

Perform Persija Jakarta terjun bebas pada musim kemarin. Sesudah mengunci gelar Liga 1 2018, team berjuluk Macan Kemayoran itu cuma dapat berkompetisi tidak untuk turun kelas pada Liga 1 2019.

Bermacam masalah menghujam Persija Jakarta pada 2019. Team Macan Kemayoran sampai 3x bertukar pelatih. Dari mulai Ivan Kolev, Julio Banuelos sampai Edson Tavares.

Kompetisi Liga 1 2019 demikian ketat. Persija berusaha keras serta dapat akhiri musim di rangking ke-10, dari hasil 11 kemenangan, 11 seri, serta 12 kalah.

Persija lantas berbenah untuk musim ini. Manajemen beralih, susunan staf kepelatihan juga bertukar. Sejumlah besar pemain pada musim kemarin dipertahankan. Persija datangkan beberapa muka anyar, terhitung Evan Dimas.

Persija juga ingin kembali memenangkan Liga 1, untuk memuluskan gagasan team melantai di bursa saham serta kembali tampil di level Asia.

Berikut tiga fakta kenapa Persija Jakarta dapat kembali jadi favorite juara pada musim depan:

Pelatih yang Berpengalaman

Persija Jakarta menginformasikan Sergio Farias jadi alternatif Edson Tavares di bangku pelatih kepala.

Sergio Farias bukan pelatih asal-asalan. Dia memiliki pengalaman 27 tahun berkarier jadi nakhoda team. Pada 1998-1999, dia dipilih jadi juru strategi Brasil U-20.

Dia adalah pelatih yang mengantarkan Brasil U-17 memenangkan Campeonato Sul Americano pada 2000.

Waktu mengatasi club Korea Selatan, Pohang Steelers pada periode 2005-2009, Sergio Farias bergelimang gelar. Pelatih berumur 52 tahun ini bawa teamnya itu merengkuh gelar K-League 2007, Korean FA Cup 2008, Korean League Cup 2009, serta Liga Champions Asia (LCA) 2009.

Mengenai, penghargaan pribadinya adalah pelatih paling baik K-League pada 2007. Dia bawa Pohang Steelers menempati rangking ke-3 Piala Dunia Antarklub 2009 saat Barcelona jadi juaranya.

Disamping itu, Sergio Fariasejau sempat juga melatih Guangzhou R&F di China pada 2012-2013, Suphanburi di Thailand pada 2014-2015 serta 2016-2017 dan paling akhir di Gaish SC di Mesir pada 2019.

Seperti Persija Jakarta pada musim kemarin, Sergio Farias alami penurunan profesi sepanjang 10 tahun paling akhir. Tidak satupun trofi yang dapat dipersembahkannya sesudah gelar Korean League Cup serta LCA 2009.

Materi Pemain Eksklusif

Persija Jakarta bergerak cepat di bursa transfer 2020. Macan Kemayoran sudah datangkan lima pemain, mencakup Alfaath Faathier, Otavio Dutra, Rafli Mursalim, Evan Dimas, serta Marco Motta.

Paling baru, Ferry Paulus sebagai Direktur Olahraga Persija menjelaskan, teamnya merencanakan menggandeng seputar empat pemain lokal . Satu salah satunya ialah winger Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay.

Beberapa pemain baru ini akan lengkapi formasi Persija yang dipertahankan. Bergabungnya Evan Dimas jadi kunci karena Macan Kemayoran memerlukan profil gelandang pengontrol serangan di team.

Punya Banyak Suport dari Suporter Persija Jakarta

Supporter Persija Jakarta, The Jakmania, diyakinkan akan semakin bergairah memberi dukungan team kebanggaan mereka, mengejar masifnya kegiatan Macan Kemayoran di bursa transfer. Dengan sasaran juara, supporter diperkirakan akan bersama-sama untuk hadir ke stadion.

Dibandingkan 2018, kesetiaan The Jakmania sedikit luntur pada musim kemarin. Sering laga-laga kandang Macan Kemayoran cuma dihiasi oleh bangku-bangku kosong. Keadaan ini lumrah mengingat perolehan Persija yang alami penurunan mencolok.

Tetapi, Macan Kemayoran terancam jadi team musafir. Masalahnya beberapa stadion yang ada di Jabodetabek direncanakan akan diperbaiki menyongsong Piala Dunia U-20 2021.

Komentar

Tempatbet.com Copyright : Agen Bola - Judi Bola - Taruhan bola - Casino Online